galangan kapal_asuransimarine

Mendorong Pertumbuhan Industri Galangan Kapal di Sulsel

Industri galangan kapal mulai jadi perhatian pemerintah guna mendorong percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Sayangnya, potensi yang ada saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Di Sulsel misalnya, hanya ada satu industri galangan kapal yakni PT Industri Kapal Indonesia (IKI).

Karenanya, Pemprov Sulsel bakal menawarkan tiga daerah yang potensial untuk menjadi kawasan industri kapal. Investor lokal pun mulai digaet untuk turut menggarap proyek yang sudah direncanakan sejak Februari 2019 lalu.

Sebagai langkah awal Pemprov Sulsel mulai membentuk Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Perkapalan Terpadu berdasarkan SK Nomor 1119/VI/2019.

Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani mengatakan rencana pembangunan industri kapal di Sulsel akan dilakukan setelah melihat fakta jumlah populasi kapal yang berlayar di kawasan timur Indonesia. Di mana operasionalnya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Apalagi setelah beroperasinya tol laut. Aktivitas perkapalan tentu semakin meningkat,” ungkap Hayat, Kamis (4/7).

Dari 18 jalur tol laut yang ada, sebanyak 15 jalur yang beroperasi melewati Sulsel. Olehnya itu, menurut Hayat, pembangunan kawasan industri perkapalan akan digenjot. Tak hanya untuk mendorong percepatan pembangunan di KTI, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas kemakmuran ekonomi masyarakat Sulsel.

Secara teknis, Kepala Dinas Perindustrian Sulsel Ahmadi Akil menyebutkan saat ini telah ada tiga daerah yang menjadi target lokasi pembangunan industri galangan kapal yakni Kabupaten Barru, Takalar dan Maros.

“Ketiganya punya potensi itu, terkait daerah yang lebih dulu akan dibangun industri galangan kapal tersebut kita akan menunggu hasil survei,” kata Ahmadi Akil yang juga merupakan Ketua Tim pembangunan industri galangan kapal Sulsel,

Ia memaparkan, Sulsel yang hanya memiliki satu industri galangan kapal dinilai kerap kali menghambat aktivitas perkapalan. Apalagi jika ada kapal yang mengalami kerusakan. Untuk naik dock, kapal tersebut biasanya antre selama 3-4 bulan. Belum lagi jika harus dikirim ke Surabaya terlebih dulu.

Ia menyebutkan, berdasarkan data lalu lintas Kementerian Perhubungan terdapat lebih dari 1.300 kapal niaga yang beroperasi di perairan timur. Terdiri dari angkutan perintis, tol laut, sabuk nusantara yang beroperasi di pulau-pulau kawasan timur.

“Galangan kapal akan menyediakan fasilitas pemeliharaan, perawatan, dan pembangunan bagi kapal-kapal yang beroperasi nantinya,” kata Ahmadi.

Ia menilai, dengan kehadiran industri kapal tersebut, secara otomatis juga mampu menumbuhkan industri penunjang lainnya. Misalnya saja bengkel otomotif, juga penjualan alat-alat berat.

Adapun investor yang digandeng dalam pembangunan proyek ini yaitu PT Dok Bahari Nusantara, sebuah perusahaan terbuka yang bergerak di industri perkapalan asal Cirebon, Jawa Barat.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>