pelabuhan kapal makassar_asuransikapal

Angkutan Kapal: Gelar RUPSLB, Pelita Samudera Shipping (PSSI) Kantongi Pinjaman US$ 21 Juta

Perusahaan jasa angkutan kapal, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mengantongi tambahan fasilitas pinjaman jangka panjang sebesar US$ 21 juta dari ICICI Bank Limited cabang Singapura. Adapun rencana tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham dalam acara rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PSSI yang diselenggarakan pada Senin (25/2).

Adi Hartadi, Head of Investor Pelita Samudera Shipping mengatakan, pinjaman tersebut memiliki tenor selama lima tahun sembilan bulan. “Dari pinjaman tersebut, kami juga memperoleh hedging sebesar US$ 10 juta dimana dana ini bisa digunakan jika diperlukan saja,” ujarnya seusai RUPSLB, Senin (25/2).

Selain itu, kata Adi dalam agenda RUPSLB juga telah disetujui perubahan tempat kedudukan perseroan yang semula di Jakarta Barat akan berpindah ke Jakarta Pusat tepatnya di Menara Astra yang akan efektif pada Maret mendatang.

Sementara dari segi pendanaan lain, lanjut Adi para pemegang saham juga telah menyetujui atas fasilitas foreign exchange dari Citibank Jakarta senilai US$ 5 juta. “Dana ini bisa diambil jika diperlukan saja,” tuturnya.

Nantinya, perolehan dana tersebut akan digunakan untuk menambah deretan kapal milik perseroan. “Fasilitas pinjaman ini akan dialokasikan untuk penambahan beberapa unit kapal,” ujarnya.

Adapun tahun ini, PSSI menargetkan bisa mendatangkan sebanyak 5-6 unit kapal lagi. “Sudah ada 2 kapal yang terealisasi yakni kapal kelas Supramax dengan nama Daidan Pertiwi senilai US$ 10,5 juta yang telah didatangkan Januari lalu serta 1 unit kapal kelas yang sama yakni Daidan Mustikawati senilai US$ 9,67 juta yang juga telah dihadirkan pada pertengahan Februari.

“Untuk kapal yang di beli Januari sudah lunas namun kapal supramax kedua ini baru dibayarkan 10% saja menggunakan kas internal dan sisanya nanti akan memanfaatkan fasilitas pinjaman,” ujarnya.

Sementara penambahan lainnya akan direalisasikan di semester dua jika demand tinggi. “Rencananya ada penambahan 2 unit kapal sekelas supramax serta penambahan kapal tunda dan tongkang, namun penambahan ini bisa dilakukan jika demandnya tinggi,” ujarnya.

Disinggung soal target pendapatan, Adi mengatakan dengan beroperasinya kedua kapal tersebut pendapatan tahun ini diharapkan tumbuh sekitar 25%-30% dari realisasi pendapatan tahun 2018 serta margin laba diharapkan tumbuh 8%-9%.

Adapun sepanjang tahun 2018 lalu, PSSI berhasil mencatat pendapatan non-audit sebesar US$ 63 juta. Angka ini mengalami kenaikan 30% jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Pendapatan tersebut disokong dari lini bisnis kapal tunda dan tongkang sebesar 55%, diikuti lini fasilitas muatan apung (FLF) 40% dan ditambah lini kapal induk (MV) sebesar 5%.

“Kami melihat bisnis di tahun 2019 ini bisa lebih baik. Seiring dari pertumbuhan PLN yang menjadi customer utama PSSI, pengolahan biji mineral dan nikel serta banyaknya kawasan industri yang selesai sehingga kami optimis prospek pertumbuhannya cukup besar,” ujarnya.

sumber: kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>