industri-galangan-kapal_Asuransikapal

Melihat Pabrik Galangan Kapal yang Telah Mengekspor hingga ke Eropa

Negara Indonesia mampu memproduksi industri galangan kapal. Galangan kapal itu dapat digunakan untuk penyediaan di dalam negeri ataupun di luar negeri.

Pada Sabtu (24/11/2018), pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan kunjungan ke PT Lundin Industry Invest, salah satu perusahaan galangan kapal swasta. Lokasi perusahaan berada di Banyuwangi, Jawa Timur.

Sejak berdiri di 1997, Lundin sudah memproduksi 278 kapal. Perusahaan ini merupakan produsen kapal yang mengambil basis teknologi di Swedia telah mengekspor 17 galangan kapal ke sejumlah negara di benua Eropa.

PT Lundin sendiri masuk dalam area kawasan berikat. Pabrik itu berdiri di Jalan Lundin no 1, Sukowidi, Banyuwangi. Perusahaan itu mendapat fasilitas penangguhan pengenaan bea masuk dan pajak dalam rangka impor dari Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Di pabrik itu, secara langsung dapat melihat produksi di galangan kapal milik. Berbagai kapal yang sudah dipesan sedang dikerjakan dan ada juga masih tahap riset pengembangan.

Berdasarkan pemantauan, kawasan pabrik itu terbagi menjadi empat bagian yaitu ruang kantor, ruang produksi, gudang dan pengolahan limbah di halaman belakang pabrik. Di ruang produksi tampak berjajar rangka bodi kapal dan beberapa kapal buatan pabrik milik John Ivar Lundin tersebut.

Manajer Logistik Lundin Eko Budi mengatakan kinerja ekspor Lundin terbilang apik. Sehingga, dia menegaskan, kualitas kapal buatan Banyuwangi tidak kalah dengan produk serupa dari negara lain.

Dia menjelaskan, untuk pesanan dalam negeri, pihak TNI AL menjadi pemesan paling banyak. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Bakamla juga memesan kapal. Pada 2015, mendapat pesanan 10 kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan 15 kapal dari TNI AL.

Namun, pesanan kapal untuk dalam negeri belakangan ini menurun. Terakhir ia melayani pesanan dalam negeri pada pertengahan 2016 silam. Hal ini, karena pertumbuhan minat industri pembelian kapal dalam negeri sedang menurun pada 2018. Penurunan mencapai 40 persen.

Sehingga, dia mengarahkan tujuan pembuatan produk untuk ekspor.

“Produksi sejak berdiri sampai sekarang sudah 278 kapal. Diekspor ke berbagai negara maupun kegiatan militer Indonesia. Ekspor peningkatan bagus. Kualitas produksi Lundin bisa diadu dengan kapal-kapal dari galangan kapal di dunia,” ujar Eko, ditemui di PT Lundin Industry Invest, Sabtu (24/11/2018).

Sejauh ini, untuk kapal militer, Lundin sudah membuat kapal X10 Patrol untuk militer Timor Leste, G7RIB dengan kecepatan 70 knots atau 140 kilometer (km) per jam digunakan pasukan militer Swedia dan Rusia.

Selain itu, terdapat juga kapal X12 Patrol Boat digunakan Bangladesh, dan kapal Trimaran yang digunakan KPP hingga kapal kecil pinguin digunakan Basarnas.

Produksi Lundin bukan hanya kapal militer, perusahaan galangan kapal swasta ini juga membuat kapal rekreasi seperti X2K Sport, Carboatech GT38 dengan model seperti Lamborghini punya kecepatan 82 knots.

Selain telah memproduksi kapal untuk militer dan rekreasi, PT Lundin juga tengah melakukan pengembangan kapal, seperti Electyrik Solar Project atau kapal yang di atasnya terdapat solar panel.

“Ada juga X18 Tank Boat! pengembangan kapal seperti tank. Kalau berhasil meluncur di air, ini jadi satu-satunya kapal yang ada tank di atasnya,” kata dia.

Saat memproduksi kapal tersebut, perseroan juga bekerja sama dengan PT Pindad Indonesia dan CMI Defense, industri pertahanan asal Belgia.

Dia menambahkan, untuk mengembangkan usaha perusahaan, PT Lundin akan ekspansi membuat galangan untuk perbaikan dan perawatan kapal.

“Di depan ada Marina, jadi kami ingin menarik minat pemilik kapal pesiar yang berlayar ke Bali maupun transit bisa melakukan perbaikan di PT Lundin. Di mana selama ini ke Singapura,” tambahnya.

sumber: tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>