tantanganindustrikapal

Menjawab Tantangan Industri Kapal Masa Depan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pionir kampus maritim. Melalui Indonesia – French Green Vessel Seminar and Focus Group Discussion, Kamis (27/9), kerjasama antara Business France dengan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) diadakan guna menjawab tantangan industri kapal masa depan.

Bertempat di Gedung NasDEC, seminar ini mengusung tema Undertaking Green Technologies Approach for Indonesian Future Vessel Industry. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dan dosen FTK, serta beberapa perwakilan dari perusahaan nasional dan perusahaan asing yang bergerak dalam industri kapal.

Para produsen industri kapal serta ahli dari Perancis melihat bahwa pangsa pasar kapal di Asia sangat besar. Apalagi Indonesia, yang merupakan negara maritim, mempunyai daya tarik tersendiri bagi para produsen kapal dunia, khususnya Perancis. “Kerjasama ini merupakan inisiasi yang baik, apalagi jika dilanjutkan dengan transfer teknologi antara Eropa dan Indonesia,” tutur Wakil Dekan FTK, Sutopo Purwono Fitri ST MEng PhD.

Saat ini, Indonesia juga sudah mulai melirik berbagai teknologi ramah lingkungan. Bahkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tengah gencar menerapkan kebijakan bahan bakar biodiesel 20 persen (B20) yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Kondisi ini menjadi sebuah tantangan bagi para industri kapal, produsen mesin kapal, hingga pihak yang melakukan pemeliharaan kapal untuk mencari energi alternatif baru untuk transportasi laut di Indonesia.

Perancis melihat bahwa di masa depan, kebutuhan kapal yang menggunakan energi ramah lingkungan akan meningkat. Dengan kesempatan ini, para perusahaan produsen kapal tidak hanya mau memperkenalkan sistem green technology yang mereka adopsi dalam produk unggulannya, tetapi juga mau berkontribusi dalam menciptakan industri kapal yang ramah lingkungan di Indonesia. Teknologi yang ramah lingkungan tentu saja tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi menambah nilai jual bagi industri kapal.

Kepada ITS Online, ia berharap dengan terselenggaranya seminar ini, mahasiswa menjadi paham bahwa tuntutan industri di masa depan bukan hanya sekedar untuk menciptakan teknologi mutakhir. “Teknologi yang kita ciptakan di masa depan juga harus memenuhi aturan dan kebijakan untuk memenuhi konsep green technology,” terang dosen Departemen Sistem Perkapalan tersebut.

Di akhir, ia ingin mahasiswa, khususnya mahasiswa ITS agar bisa berkontribusi dalam industri kapal Indonesia dengan mengkaji dan melakukan riset untuk inovasi ramah lingkungan dalam industri kapal. Kontribusi ini diharapkan mampu membantu Indonesia mewujudkan cita-citanya menjadi poros maritim dunia di masa yang akan datang.

sumber: its.ac

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>