kapalreklamasi

Steadfast Marine Akan Gunakan Hasil IPO Untuk Bangun Kapal

Perusahaan galangan kapal, PT Steadfast Marine bersiap menggelar penawaran umum perdana saham kepada publik alias initial public offering (IPO). Nantinya, dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah armada kapal.

Perusahaan akan melepas 350.003.000 lembar saham atau setara 35,28% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Steadfast menunjuk Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin emisi.

Direktur Jasa Utama Capital Sekuritas Deddy Suganda Widjaja mengatakan, nantinya 100% dana hasil IPO digunakan untuk modal kerja pembuatan kapal, perbaikan dan peningkatan fasilitas di galangan kapal dan pembaharuan teknologi.

Komisaris Utama PT Steadfast Marine Eddy Kurniawan Logam menyebut, perusahaan akan banyak memproduksi kapal di masa mendatang. Itu sebabnya, pihaknya berupaya memperkuat struktur modal, salah satunya melalui IPO.

“Salah satu produk yang ke depannya akan banyak dibutuhkan adalah kapal LNG. Hal ini mengingat Indonesia masih memiliki stok LNG yang cukup banyak, sehingga untuk pengangkutan akan dibutuhkan kapal jenis ini,” katanya pada due diligence meeting & public expose IPO, Senin (21/5).

Direktur Utama Steadfast Marine, Rudy Kurniawan menambahkan, salah satu fokus perusahaan adalah meningkatkan local content (penggunaan produk lokal) dalam pembuatan kapal.

“Misalkan untuk pembuatan kapal kecil seperti kapal latih, kapal cepat, telah menggunakan local content sebesar 80%-90%. Sedangkan untuk kapal-kapal besar seperti kapal niaga, tanker dan cargo, masih menggunakan 70% bahan impor dan 30% bahan lokal,” jelasnya.

Itu sebabnya, di masa mendatang, kata Rudy, perusahaan akan terus meningkatkan local content. “Sehingga suatu saat nanti sudah bisa membuat kapal dengan bahan dari dalam negeri lalu diekspor ke luar negeri dan mampu bersaing dengan China maupun negara-negara eropa lainnya,” imbuhnya.

Rudy juga bilang, Steadfast akan ekspansi bisnis ke wilayah Indonesia Timur, agar selaras dengan rencana pemerintah saat ini yang juga fokus mengembangkan kawasan tersebut.

Dari sisi kinerja, pada 2016, Steadfast membukukan pendapatan sebesar Rp 273,522 miliar dan laba bersih Rp 8,527 miliar. Sedangkan, pada 2017, pendapatan dan laba bersih meningkat masing-masing menjadi Rp 485,568 miliar dan Rp 10,087 miliar. Tahun ini, perusahaan mengincar pertumbuhan pendapatan sebesar 10%.

sumber: kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>