cmacgm_asuransikapal

Asuransi Pengangkutan: Pasar Proyek Kargo Dinilai Menggiurkan

Pembangunan proyek-proyek infrastruktur dinilai menjadi peluang yang menggiurkan untuk bisnis proyek kargo. Namun, kompetensi penyedia jasa perlu ditingkatkan karena segmen ini perlu penanganan yang sangat khusus.

Presiden Direktur CMA-CGM Indonesia Farid Belbouab mengatakan proyek infrastruktur membutuhkan penanganan kargo-kargo berat yang overdimensi atau out of gauge. Dia menyebut, pihaknya bisa menangani kargo dengan maksimal bobot 450 ton. Namun, terminal di pelabuhan Indonesia hanya membolehkan maksimal berat kargo 52 ton.

“Kami perlu yakinkan terminal operator untuk mengizinkan kargo overdimensi. Perlu dukasi juga karena ini memang bisnis yang baru bagi mereka,” ujarnya di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Farid mengatakan, CMA CGM punya lebih dari 200 layanan kapal yang bisa menangani kargo proyek dengan tepat waktu dan cepat dan didukung tim khusus yang ahli di bidang tersebut.

Sebagai gambaran, kargo proyek mencakup pengangkatan dan pengangkutan material proyek maupun perangkat keras lainnya berbobot berat seperti kereta, derek (crane) peti kemas, hingga kapal pesiar (yatch). Komponen mesin untuk industri maupun pembangkit listrik juga masuk dalam daftar kargo overdimensi yang perlu penanganan khusus.

Data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menujukkan, tahun lalu, KPPIP melansir sebanyak 37 proyek dan 1 program ketenagalistrikan sudah masuk dalam tahap konstruksi dan sebagian sudah beroperasi. Nilai proyek mencapai Rp1.479 triliun.

Adapun sepanjang 2018, ada 13 proyek strategis yang diharapkan selesai selesai dengan nilai Rp46,78 triliun. Selanjutnya di 2019, 38 proyek ditargetkan selesai dengan nilai Rp166,7 triliun.

Baskoro ABC, Direktur PT WBT Indonesia mengatakan peluang pasar proyek kargo terbilang besar. Ini tercermin dari proyek-proyek strategis nasional yang tengah dikerjakan. Selain itu, proyek-proyek minyak dan gas juga menjadi pangsa pasar yang bisa digarap oleh pelaku usaha di dalam negeri karena membutuhkan penanganan khusus.

Dia mengimbuhkan, penanganan alat berat, baik saat pengangkatan maupun pengangkutan membutuhkan lisensi khusus sehingga perlu peningkatan kompetensi. Baskoro yang tergabung dalam Indonesia Overdimension cargo & Heavy-Lift community (IOH-C) mengatakan, para pelaku usaha yang tergabung dalam komunitas tengah menggalang daya untuk meningkatkan komptensi di sektor ini. “Secara teknis, angkat dan angkut itu ada expertisenya. Problemnya, hanya segelintir yang punya license,” tukasnya.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>