steadfastmarine_galangankapal

Calon Emiten: Perusahaan Galangan Kapal Ini Bersiap Masuk Bursa Efek

Perusahaan galangan kapal PT Steadfast Marine berencana mencatatkan saham di bursa efek domestik paling lambat Juni 2018. Entitas yang berbasis di Pontianak tersebut mengincar dana Rp40 miliar yang akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan.

PT Steadfast Marine menunjuk Jasa Utama Capital Sekuritas untuk menjadi perusahaan penjamin emisi efek (underwriter). Presiden Direktur Jasa Utama Capital Sekuritas, Deddy Suganda Widjaja menyampaikan Steadfast Marine akan melepas sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru dan 175 juta waran.

“Proses IPO[penawaran saham perdana] akan menggunakan laporan keuangan Desember 2017. Rencananya kami akan lepas 35% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Mei akan mulai listing, awal Juni dan sebelum lebaran akan mulai perdagangannya,” ungkap Deddy di Jakarta, Senin (9/4/2018).

Deddy mengungkapkan sejauh ini Jasa Utama masih merupakan satu-satunya underwriter Steadfast Marine. Sejak berdiri pada 2005, Steadfast Marine telah membangung sedikitnya 88 kapal, dan saat ini sedang mengerjakan 13 proyek yang akan segera selesai.

Deddy menyampaikan Steadfast Marine membukukan laba Rp10 miliar pada tahun lalu, dan menargetkan nilai serupa pada tahun ini. Perusahaan mengerjakan berbagai jenis kapal mulai dari kapal penumpang hingga kapal pengangkutan barang.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Steadfast Marine, Eddy Kurniawan Logam menyampaikan perusahaan mengerjakan jenis kapal yang bervariasi dengan berbagai ukuran mulai dari 6 meter hingga 70 meter. Konsumen terbesar perusahaan berasal dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

“Kapal yang dibangun tergantung pemesanannya. Kami memang fokus pada pembangunan dan perbaikan kapal. Pembeli kami bisa berasal dari kalangan swasta dan pemerintah. Steadfast Marine juga berpartisipasi pada tender-tender BUMN,” ungkap Eddy.

Eddy yang juga merupakan Presiden Direktur PT Logindo Samudera Makmur Tbk. menyampaikan Steadfast Marine telah memiliki aset mumpuni yaitu sekitar Rp600 miliar.

Kendati hanya menargetkan raupan dana IPO Rp40 miliar, perusahaan menilai langkah IPO dapat membuka peluang penjajakan pembiayaan lain bagi perusahaan tersebut.

“nanti aka nada aksi lain, tapi tahun ini kami akan fokus IPO dulu, belum akan menerbitkan obligasi,” ungkap Deddy.

Adapun, sepanjang tahun berjalan, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah berhasil menghimpun tujuh emiten baru yang IPO sepanjang tahun berjalan. Emiten-emiten baru terebut berasal dari berbagai sektor seperti telekomnikasi, energi, transportasi, produk kimia, dan logistik.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>