tugboat_kapaltunda

Logindo Mengerek Utilisasi Kapal Demi Pertumbuhan

Tahun ini emiten saham pelayaran, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), memproyeksikan pertumbuhan pendapatan 10%-15%. Salah satu penopang adalah meningkatnya utilisasi kapal.

Eddy Kurniawan Logam, Presiden Direktur PT Logindo Samudramakmur Tbk menyatakan, sejak harga minyak dunia kembali menggeliat, bisnis jasa kelautan turut bergerak naik. Buktinya, ada peningkatan kontrak-kontrak baru yang ditangani oleh perusahaan ini. “Setelah Blok Mahakam dipegang oleh Pertamania Hulu Mahakam, kami langsung mendapatkan perpanjangan kontrak untuk 21 unit kapal sampai akhir tahun 2018 nanti,” katanya, pada Kamis (19/4).

Adapun untuk kontrak baru, emiten dengan kode saham LEAD di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mendapatkan klien dari pasar Papua. Nilainya sekitar US$ 5,8 juta untuk jangka waktu sembilan bulan. Secara total, tahun ini Logindo memiliki kontrak senilai US$ 28,5 juta.

Eddi menjelaskan kontrak anyar juga diperoleh dari perusahaan pemasangan kabel bawah laut dari Korea dengan jangka waktu 60 hari. Proyek tersebut berasal dari perusahaan telekomunikasi di Korea untuk pemasangan kabel serat optik. “Untuk kontraknya sebenarnya selama 60 hari dengan option, tetapi sekarang sudah 60 + 60 lagi,” jelasnya. Sayang, Eddy belum bersedia menyebutkan nilai kontrak tersebut.

Sampai akhir tahun nanti, Logindo menargetkan tingkat utilisasi kapal bisa terus meningkat sekitar 10%-15%. Artinya, mencapai tingkat utilisasi sebesar 60%-65%. Tingkat keterisian kapal milik Logindo sebesar 47% pada tahun 2017 atau naik dibandingkan posisi pada tahun 2016 yang hanya 38%. “Tahun ini dengan meningkat utilisasi ke 60%, kami mengharapkan bisa mendapatkan pendapatan senilai US$ 30 juta, atau peningkatan 10%,” sebut Eddy.

Sepanjang 2017, pendapatan Logindo mencapai US$ 27 juta atau turun 17% secara tahunan. Penurunan pendapatan disebabkan harga sewa terkoreksi akibat kelebihan pasokan di industri sewa kapal lepas pantai.

Berhubung fokusnya adalah menggenjot tingkat keterisian kapal yang ada, LEAD belum berencana menambah jumlah kapal pada tahun ini. “Saat ini, kami tidak ada rencana menambah kapal, fokus untuk tingkatkan utilisasi dulu,” ujar Eddy.

Untuk meningkatkan efisiensi, Logindo berencana menjual lima hingga enam kapal sepanjang tahun 2018. Pertimbangannya, kapal-kapal tersebut dilego karena usia sudah tua dan tidak produktif lagi, sehingga membebani perseroan.

Tahun lalu, LEAD juga telah menjual tujuh kapal karena sudah tidak produktif. “Tapi itu kapal-kapal yang memang sudah tua harganya kurang signifikan,” akunya.

Kini, Logindo mengoperasikan 51 kapal. Sekitar 30 kapal dengan tingkat utilisasi 60%.

Adrianus Iskandar, Chief Financial Officer & Corporate Secretary LEAD menambahkan tipe kapal anchor handling tug supply (AHTS) DP menjadi kontribusi terbesar, yakni sekitar 32%. Selanjutnya AHTS 12.000 hp, AHTS 8.000 hp, AHTS 5.000 hp, dan accomodation barge menjadi tipe yang memiliki. Tapi kontribusi yang lain itu, Adrianus tak menyebut angka.

sumber: kontanĀ (gambar adalah ilustrasi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>