galangan kapal_asuransimarine

Konsolidasi Perusahaan Jasa Kapal : BUMN Pilih Skema Kepemilikan Silang

Kementerian Badan Usaha Milik Negara menargetkan konsolidasi anak usaha BUMN kepelabuhan yang bergerak di jasa kapal bisa rampung tahun ini. Konsolidasi dilakukan lewat pemilikan silang atau cross ownership.

Ahmad Bambang, Deputi Bidang Usaha Konstruksi & Sarana Perhubungan Kementerian BUMN mengatakan PT Jasa Armada Indonesia Tbk.–anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) — akan menjadi induk perusahaan jasa kapal milik negara. Sementara itu, tiga BUMN kepelabuhan lainnya akan ikut memiliki saham JAI lewat penyertaan modal.

“Jadi nanti cross ownership, [masing-masing] Pelindo akan sharing investasi. [Prosesnya] Sedang berjalan dan harus beres tahun ini,” jelas Bambang kepada Bisnis.com di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Direktur Utama Jasa Armada, Dawam Atmosudiro menilai skema kepemilikan silang lebih layak ketimbang melebur perusahaan sejenis milik BUMN. Skema ini menurutnya juga tidak memerlukan perombakan signifikan secara operasional.

“Sebetulnya yang terpenting [dari konsolidasi] adalah bagaimana operasional menjadi terpadu dan lebih efisien,” jelasnya.

Dalam catatan Bisnis.com, Jasa Armada menjadi perusahaan jasa pemanduan dan penundaan kapal terbesar di Indonesia.

Jasa Armada hingga 2017 lalu mengoperasikan 75 kapal dan akan menambah 15-16 kapal hingga tahun depan. Selain itu, persebaran pilot pandu senior juga didominasi Jasa Armada.

Ari Askhara, Direktur Utama Pelindo III menyatakan perseroan siap mengikuti arahan Kementerian BUMN. Sebelumnya, Pelindo III memang tengah mengkaji untuk mengakuisisi maksimal 15% saham Jasa Armada. “Kalau arahannya seperti itu [cross ownership], kami siap,” tukasnya.

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) juga menyatakan tertarik untuk menyertakan modal di Jasa Armada karena saat ini perseroan tidak memiliki anak usaha di jasa pemanduan dan penundaan kapal.

Bisnis tersebut masih dioperasikan oleh unit bisnis tersendiri atau strategic business unit (SBU) di masing-masing cabang.

Dia menambahkan, armada kapal pandu dan tenaga kapal pandu sudah menjadi aset SBU. Namun, armada kapal tunda dan personel kapal masih melekat di entitas cabang. Iwan menerangkan, Pelindo IV tengah mengkaji persiapan yang perlu dilakukan sebelum menggabungkan SBU pemanduan dan penundaan kapal ke Jasa Armada.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>