kapal Floating Storage Offloading_asuransikapal

Kapal Floating Storage Offloading di Laut Lepas

Pernahkan pembaca mengetahui bagaimana minyak setelah keluar dari perut bumi ini diolah lalu disimpan disebuah tempat penampungan raksasa ?  Sebesar apa penampungan yang umumnya dipakai ?  Bagaimana penempatannya?
Emaritim.com mengolah beberapa informasi dari berbagai sumber di industri pengeboran minyak dan gas di Indonesia.
Ada 2 tempat penampungan minyak jika dibagi secara geography , diatas daratan yang umumnya berbentuk bulat menyerupai kaleng Raksasa disebut Kilang Minyak dan satu lagi adalah bernama Floating Storage Offloading (FSO) atau Floating Production Storage Offloading (FPSO ).
Sebesar apakah Storage yang dinamakan FSO atau FPSO? Jika di gambarkan sebuah tempat penampungan minyak berukuran 2 kali panjang lapangan sepakbola tentu bukan ukuran yang kecil jika di buat di daratan. Salah satu contoh yang ada di laut Jawa adalah FSO Federal 2 yang dioperasikan di ladang minyak milik CNOOC SES di sekitar laut Jawa .
Memiliki dimensi panjang 256 meter, lebar 44 meter dengan tinggi dari permukaan deck sampai ke Lunas ( dasar kapal ) sejauh 22 meter, storage terapung ini jika ditegakkan di tengah kota Jakarta akan berdiri 2 kali tinggi tugu MONAS ( 132 meter ) .

FSO ini bisa menampung 800.000 barrel atau setara dengan 104.000.000 liter minyak yang cukup untuk memenuhi tangki 2.000.000 mobil ukuran sedang .
FSO Federal 2 biasanya melakukan kegiatan bongkar muatan ke kapal-kapal Floating Storage Offloading yang datang ke lokasi tersebut sebanyak 6 sampai 8 kali dalam sebulan.
Keberadaan FSO sangat menguntungkan industri perminyakan, dikarenakan dia bisa ditempatkan sedekat mungkin dengan areal pengeboran yang umumnya ada di lepas pantai.
Metode pemuatan ke kapal-kapal Floating Storage Offloading yang datang bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya STS ( ship to ship ), Tandem ( stern mooring )  dan SPM ( single point mooring ).  Layaknya sebuah kapal tanker besar , FSO dikepalai oleh orang orang ber latar belakang Marine dengan jabatan Superintendent dan dibantu oleh Mooring master / Loading Master.
Secara fisik FSO adalah sebuah kapal tanker raksasa , hanya fungsi saja yang membedakan nya . FSO tidak berlayar tetapi memiliki sertifikat yang sama diwajibkan atas sebuah kapal tanker.
Kedepannya negara kita akan membutuhkan lebih banyak FSO dikarenakan bertambahnya konsumsi minyak dan juga karena sifat FSO yang bisa dikatakan sebagai PORTABLE STORAGE , sehingga lebih mudah ketimbang membangun Kilang minyak di daratan.

sumber: emaritim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>