Asuransi Kapal: Galangan Kapal Tumbuh 15%

Kementrian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri galangan kapal nasional bisa tumbuh 15% tahun ini. Artinya, akhir tahun ini, galangan kapal nasional sanggup memproduksi kapal hingga total 750.000 dead weigt tonnage (dwt). Tahun lalu, industri galangan kapal mampu membuat kapal dengan kapasitas total mencapai 700.000 dwt.

Menurut Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, untuk memenuhi target tersebut setidaknya butuh pembangunan galangan kapal. Nah, Budi mencatat setidaknya ada tujuh galangan kapal yang siap dibangun tahun ini.

Pertama galangan milik PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) yang bakal membangun galangan kapal di Batam. Lantas ada tiga proyek galangan kapal di Lamongan, Jawa Timur diahtoranya dikerjakan oleh PT Daya Radar Utama dan PT Dok dan Perkapalan Surabaya.

Lantas masing-masing satu industri galangan kapal di Karirnun, Lampung dan Madura. Kemudian di Bojonegoro ada satu perusahaan galangan kapal yang mulai uji coba. “Kapasitas produksi 8.000 dwt per kapal untuk 80 unit kapal per tahun,” katanya.

Berdasarkan data Kemenperin, saat ini ada sebanyak 250 galangan kapal di Indonesia. Sekitar 70 galangan kapal berada di Batam yang memang menjadi lokasi favorit lantaran kedekatan geografis dengan Singapura.

Sekretaris Jenderal Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Julius Tangketasik menambahkan industri galangan kapal nasional bakal mendapat proyek dari adanya penambahan 19 unit kapal anyar berbagi tipe dengan total nilai Rp 2,34 triliun selama tahun mi. “Peningkatan kapasitas galangan kapal memang diperlukan,” katanya.

Bisnis industri galangan kapal tak cuma membuat kapal baru saja tapi juga menyediakan komponen kapal.

Sejauh ini, menurut Budi, di bidang industri komponen kapal di Indonesia baru ada sekitar 100 perusahaan yang terdiri dari berbagai jenis. Padahal angka yang ideal adalah sekitar 200 unit (perusahaan) industri komponen kapal.

Untuk mencapai jumlah tersebut, diperlukan total investasi senilai Rp 10 triliun hingga dua tahun mendatang. Investasi komponen ini penting dan mendesak, karena sekitar 70% komponen kapal masih impor. “Impor komponen masih besar,” katanya.

sumber : Kontan Harian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>