galangankapal_asuransikapal

Presiden Gelar Rapat Terbatas Bahas Galangan Kapal di Kepulauan Riau

Gubernur H Muhammad Sani mengikuti rapat kabinet terbatas (ratas) yang dipimpin langsung Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Senin (29/6) sore. Dalam ratas itu, Presiden kembali menegaskan permintaannya kepada lembaga baik di TNI maupun Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian KKP, Kementerian BUMN, untuk membeli kapal buatan industri galangan kapal dalam negeri.

“Jangan ada lagi yang beli kapal ke luar. Dan ingin saya mendorong agar industri-industri galangan kapal, industri-industri kita ini mau bekerjasama dengan investor. Ini juga untuk mempercepat agar kita tidak hanya mampu menggarap pasar domestik tetapi juga mampu menggarap pasar-pasar ekspor,” kata Presiden Jokowi sebagaimana dikutip dari situs setkab.go.id.

Ratas yang membahas industri galangan kapal dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mensesneg Pratikno, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri PPN/Bappenas Andrinof Chaniago, Seskab Andi Widjajanto, dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan serta Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

Sementara dari Kepri, selain Gubernur Sani, tampak hadir juga Kepala BP Batam, Mustifa Wijaya. Presiden Jokowi mengatakan, rapat ini merupakan tindak lanjut dari kunjungannya ke Batam beberapa waktu lalu. Di mana diketahui ada 105 industri galangan kapal berada di sana.

“Minggu yang lalu saya datang ke Batam dan sudah bertemu dengan Gubernur, dan pelaku industri galangan kapal. Terbuka mata saya bahwa ternyata sekarang kita memiliki kurang lebih 250 industri galangan kapal, yang ada di batam kurang lebih 105,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi melihat ada potensi industri ini dikembangkan lebih lanjut di dalam negeri. Karena bisa memproduksi berbagai jenis kapal. “Yang saya lihat di sana produksi kapal besar sebesar 17.500 GWT itu mampu dikerjakan. Baik berupa kapal tanker, kargo, kapal penumpang, feri, dan semua mampu dikerjakan,” kata Presiden Jokowi.

Dalam ratas itu, Gubernur Sani menjelaskan, perusahaan shipyard di Batam dan Kepri memiliki beberapa jenis, antara lain ship building, ship repair, ship service, oil rings/offshore dan industri maritim. Karena itu, Gubernur Sani memohon kepada Presiden Jokowi,Kementerian, Lembaga Negara, BUMN dan lainnya dengan anggaran yang tersedia untuk dapat memanfaatkan galangan kapal di Batam. Dengan demikian, kata Gubernur Sani, akan dapat mengurangi pengangguran, karena saat ini ada 57 ribu tenaga kerja di galangan kapal. Gubernur pun yakin sektor UKM di Batam akan ikut berkembang.

Pada kesempatan itu, Gubernur berterima kasih kepada Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla dan kementerian yang merespon positif perkembangan dan pertumbuhan shipyard di Batam dan Kepri. “Saya akan sampaikan kabar baik ini kepada anggota shipyard di Batam, dan seluruh masyarakat Kepri,” kata Sani.

sumber: kepriprov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>