industrikapal

Industri Kapal Kayu Makin Moncer

Industri kapal kayu khas Kota Giri semakin moncer. Tidak mau kalah dari pengusaha galangan kapal besar, para pengusaha perahu kayu ini menjual produknya kepada nelayan di berbagai daerah.

Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (DKPP) Gresik mencatat, saat ini ada tujuh galangan kapal kayu di Kota Pudak. Perajin semakin kreatif. Produknya banyak dipesan nelayan dari kabupaten dan kota-kota lain.

”Kebanyakan dikirim ke Banyuwangi,” tutur pemilik industri kapal kayu di Panceng, Saiful Arif. Lelaki itu yakin industri perahu masih potensial. Harganya melambung. Kenaikan harga kapal kayu setiap tahun bisa melebihi 10 persen. Nilainya mencapai Rp 75–100 juta. Harganya disesuaikan dengan bentuk dan kualitas bahan.

”Memang terkendala bahan. Saya mulai sulit mencari kayu lokal,’’ tambahnya. Lelaki 41 tahun tersebut mengaku mampu membuat tiga kapal dalam setahun. Rata-rata berukuran 10 GT (gross tonnage).

Kepala DKPP Gresik Langu Pindingara menuturkan, kapal kayu tidak hanya dimanfaatkan untuk melaut. Sebagian dipesan untuk mengangkut wisatawan. Misalnya, perahu di Pulau Bawean. ’’Sekarang kami berusaha mengarahkan para nelayan. Sesuai arahan pusat, kalau bisa, kapal menggunakan bahan bakar gas,’’ tutur bapak dua anak itu Selasa (21/2). Sebelumnya, banyak nelayan yang pakai bensin.

Menurut Langu, industri galangan kapal di Gresik semakin tumbuh. Selain kapal kayu, Gresik memiliki tiga industri yang berskala lebih besar. Mereka melayani pembuatan, perawatan, dan pengedokan (docking) angkutan besi atau fiber. Salah satunya adalah PT Indonesia Marina Shipyard (IMS), Sidorukun. Industri tersebut baru dikunjungi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada Senin (20/2).

’’Kapal kayu memang kami batasi sekarang. Jumlahnya sudah overload,’’ ucapnya. Menurut dia, kapal fiber lebih diprioritaskan pada masa mendatang. Meski begitu, dia menjamin galangan kapal kayu tak akan mati. Industri bakal lebih diarahkan untuk perawatan dan reparasi perahu nelayan yang jumlahnya tak sedikit.

DKPP Gresik mendata, ada 4.478 kapal berukuran di bawah 30 GT yang beroperasi di perairan Kota Pudak. Jumlahnya bertambah delapan unit pada 2016.

sumber: jawapos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>