galangankapal_asuransikapal4

Dua Galangan Kapal Asia Tutup

Vallianz berencana menggabungkan operasi galangannya di Batam, Indonesia, mengingat lambannya kondisi pasar karena itulah perampingan termasuk penutupan unit usaha non-inti dilakukan sehingga perusahaan dapat berkonsentrasi pada bidang penyewaan kapal. Penutupan lainnya antara lain layanan manajemen pihak ketiga dan perjalanan.

Basis kelautan di Batam tetap akan melayani armada perusahaan dan mendukung aktivitas penyewaan, terutama untuk di Timur Tengah.
Derita Korea Selatan Berlanjut

Media melaporkan indikasi bahwa Hyundai Heavy Industries akan menghentikan operasinya di Galangan Gunsan pada bulan Maret, langkah ini pertama kali digembar-gemborkan tahun lalu.

Dibuka 10 tahun lalu, galangan kapal Gunsan relatif masih baru. 650 pegawainya telah ditawari untuk mengundurkan diri secara sukarela. Karyawan yang memilih tetap bekerja akan dipindahkan ke galangan kapal milik perusahaan Ulsan.

Galangan ini berlokasi di Provinsi Jeonbuk-Korea Selatan dibuka pada Oktober 2007, dengan pembangunan blok kapal dimulai bulan April 2008. Galangan kapal ini dilengkapi dengan building dock kelas satu juta DWT dan derek kapal yang kuat menahan bobot hingga 1.650mt, mampu membuat 12 sampai 14 kapal besar tiap tahunnya.

Samsung Heavy Industries, Hyundai Heavy Industries dan DSME Korea Selatan belakang dilaporkan mengalami kerugian gabungan sebesar $7,5 miliar tahun lalu. Nilai order penjualan yang dimiliki perusahaan galangan kapal Korea Utara jatuh di titik terendah selama lebih dari 13 tahun pada Desember lalu, seperti yang dipaparkan dalam data Clarkson Research Services.
Tiongkok Bisa Temukan Lebih Banyak Penutupan Galangan

Pada bulan November, Tiongkok menetapkan persyaratan bagi galangan kapal yang masuk “Daftar Putih” yang mungkin dapat mengurangi jumlah galangan kapal yang disetujui negara menjadi 59 dari yang tadinya berjumlah 71-sebuah tren berkesinambungan terhadap konsolidasi sektor.

Sejak saat itu, tujuh perusahaan galangan kapal telah membentuk aliansi untuk berbagi sumber daya pembangunan rig. Aliansi Industri Lepas Pantai Tiongkok dibentuk pada tanggal 28 Desember 2016 yang beranggotakan antara lain CIMC Raffles, Shanghai Zhenhua Heavy Industries Company (ZPMC), Cosco (Qidong) Shipyard, Shanghai Waigaoqiao Shipbuilding (SWS), China Merchants Heavy Industry (Shenzhen), Dalian Shipbuilding Industry Offshore dan Cosco Shipyard.

Ketujuh perusahaan galangan kapal ini masuk ke dalam Daftar Putih pemerintah Tiongkok bulan November 2015.

sumber: maritimenews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>