Konsolidasi 7 Pelabuhan Kapal: Pelindo I-IV Siap Bersinergi

PT Pelabuhan Indonesia I-IV siap bersinergi untuk mewujudkan konsolidasi pada tujuh pelabuhan besar atau Indonesia Integrated Chain Port agar bisa diimplementasikan pada semester dua 2017.

Pontas Tambunan, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan rencana konsolidasi tujuh pelabuhan utama di Indonesia masih dalam proses penyelesaian.

“Masih dalam proses, kita lihat keputusan menteri dulu,” ungkap Pontas di Kemenko Maritim, Senin (30/1).

Dia mengatakan wacana konsolidasi tujuh pelabuhan sudah sesuai kesepakatan dengan Kementerian BUMN. Namun pemerintah masih harus menyelesaikan kesepakatan terkait anggaran dengan Kementerian Keuangan. Oleh sebab itu pemerintah akan melakukan rapat berikutnya dalam menyelesaikan konsep integrated port.

Sementara itu Iman A Sulaiman, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I mengatakan siap melakukan sinergi dengan pelabuhan kapal lain jika konsep konsolidasi tujuh pelabuhan sudah selesai.

Perseroan juga menerima keputusan konsolidasi tujuh pelabuhan berpusat di Pelabuhan Tanjung Priok, milik Pelindo II sebagai super hub.

“Kita lihat saja, karena yang mengklaim hub itu adalah pasar nantinya, yang butuh kan pasar,” jelas Iman.

Adapun rencana konsolidasi ini berlaku di Pelabuhan Kuala Tanjung, Tanjung Priok, Tanjung Mas, Tanjung Perak, Pontianak, Bitung, dan Pelabuhan kapal Sorong.

“Kuala Tanjung akan tetap [sebagai hub internasional] apalagi Kuala Tanjung kan strategis, dekat Selat Malaka,” tambahnya.

Orias Petrus Moedak, Direktur Utama Pelindo III juga menyatakan hal yang sama. Dia mengakui bahwa perseroan akan menyiapkan pelabuhan kapal yang kapasitasnya lebih besar.

“Kita siap, tidak ada urusannya dengan arus barang. Itu kan pilihannya market, shipping line sama marketnya. Kan mereka yang membawa barangnya. Mereka kan ikut aturan, ada SK, pilihan di mereka, sosialisasi dari pemerintah,” ungkap Orias.

Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Mauritz H.M. Sibarani mengatakan, pemerintah memang tidak berkemampuan mengatur gerak pasar.

Oleh sebab itu, sembari menunggu rampungnya Pelabuhan Kuala Tanjung, konsolidasi tujuh pelabuhan akan berpusat di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita serahkan saja ke Pelindo II untuk melakukan kerjasama dengan shipping. Terkait bisnis pelabuhan kapal silakan saja oleh Pelindo II,” ungkapnya.

sumber: bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>