Customer Meeting BKI, Ajang Curhat Sektor Perkapalan

PT Biro Klasifikasi Indonesia/BKI (Persero) menggelar customer meeting dengan seluruh stakeholder pengguna jasa BKI, khususnya wilayah Tanjung Priok. Acara yang dihelat di Hotel Harris, Jakarta, bulan oktober lalu itu dihadiri ratusan pengusaha perkapalan. Pertemuan tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan antara BKI dan customer BKI untuk berbagi informasi maupun menampung “curhat” seluruh rekanan BKI.

Demikian diungkapkan Direktur Klass BKI, Capt Iman Satria Utama, saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela acara.  “Acara ini sangat efektif menjalin komunikasi untuk mengetahui sesuatu yang baru dari BKI maupun dari pemerintah, khususnya menyangkut keselamatan perkapalan sehingga lebih siap, dari sisi teknis dan administrasi. Selain memberikan informasi, kita juga ingin tahu keinginan customer,” papar Iman Satria.

Menurut Iman, hal krusial yang paling diinginkan customer BKI masih seputar pelayanan meliputi kecepatannya, penerbitan sertifikat, maupun pengesahan gambar kapal. Keinginan tersebut, sambung Iman, sebenarnya telah diantisipasi BKI dengan cara membentuk regionalisasi pelayanan BKI. Saat ini, terdapat empat cabang BKI yang telah mendapat pendelegasian kewenangan dari kantor pusat BKI di Jakarta. Yakni, Cabang Tanjung Priok, Surabaya, Batam, dan Samarinda.

“Itu untuk mempercepat pelayanan karena kewenangan kantor pusat sudah didelegasikan ke mereka termasuk sistem dan personelnya. Ke depan sudah jalan, semua akan didrop ke cabang regional. Saa ini, personel juga sedang disiapkan dan dididik yang nantinya diterjunkan secara simultan. Sebab kita tahu, mendidik surveyor itu tidak ada sekolahnya, adanya hanya di BKI sendiri. Sehingga butuh waktu,” ulas dia.

Dengan adanya regionalisasi tersebut, customer BKI diharapkan tidak lagi akan direpotkan dalam hal urusan administrasi maupun teknis yang harus melalui kantor pusat. “Kalau kemarin kan sering kita dengar keluhan, kok lama atau kok susah, Nah, kok semacam itu harus dihilangkan. Misalnya, berurusan di wilayah timur bisa berurusan dengan Samarinda, tidak harus ke Jakarta. Apalagi dengan adanya teknologi digital, semua urusan sekarang jauh lebih mudah.”

Iman Satria juga mengomentari tentang upaya pemerintah yang sedang memerangi aksi pungutan liar alias pungli. Iman berharap, customer BKI juga sama-sama menjaga agar tidak memancing personel BKI untuk melakukan tindakan tak terpuji itu. “Kami juga tolong dibantu agar tidak menawarkan sesuatu yang masuk red zone. Tapi kalau memang ternyata ada, silakan saja lapor ke call center pungli yang telah disediakan pemerintah,” katanya.

sumber: offshoreindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>