Tips Perawatan Kapal

Tujuan dilakukan sistem perawatan kapal adalah agar terdapat jadwal pengoperasian kapal yang teratur, meningkatkan penjagaan keselamatan awak kapal dan peralatannya, terdapat klasifikasi pekerjaan dari yang paling penting dan urgent, mengetahui permesinan yang sudah dirawat dan yang belum mendapatkan perawatan, untuk mendapatkan informasi umpan-balik yang akurat bagi kantor pusat dalam meningkatkan pelayanan, perancangan kapal dan sebagainya. Sehingga sistem perawatan dapat dilaksanakan secara teliti dan dikembangkan dalam rangka penghematan dan pengurangan biaya perawatan dan perbaikan. juga fungsi kontrol manajemen dapat berjalan.
Selain tujuan umum pelaksanaan perawatan dan perbaikan, tujuan dilakukan perawatan dan perbaikan adalah untuk mencegah terjadinya suatu kerusakan yang lebih besar, dengan melaksanakan sistem perawatan yang terencana, mempertahankan kapal selalu dalam kondisi Laik Laut dalam segala cuaca dan tempat, lebih memudahkan pemeriksaan semua suku cadang yang jumlahnya ribuan item, dengan sistem penomoran dan pemberian label tiap item, memperkecil kerusakan yang akan terjadi, meringankan beban kerja dari suatu pekerjaan diatas kapal, mengelola anggaran perawatan dan dapat dipergunakan sesuai kebutuhan yang direncanakan, menjaga komitmen atau perjanjian usaha perdagangan dengan pihak kedua dan pihak ketiga.

.
Akibat-akibat yang akan ditimbulkan bila perawatan mesin tidak dilaksanakan dengan baik, yaitu:

  • Kapal bergetar, karena perawatan dan perbaikan Poros Engkol yang tidak tepat dan dapat merusak bagian-bagian masin lainnya.
  • Kapal tabrakan, karena kerusakan mesin secara mendadak, tidak terkontrol, dan sebagainya.
  • Kapal tenggelam, hilangnya kapal termasuk ABK dan seluruh muatan, tabrakan, pecahnya sea chest, kebakaran di dalam kamar mesin, dsb.
  • Kapal bergetar, salah satu daun baling-baling pernah kandas atau menghantam balok keras, dapat juga merusak bagian mesin ataupun instalasi listrik kapal.
  • Kapal menganggur, karena kerusakan dan perbaikan yang tidak terencana dan tidak cukup suku cadangnya.
  • Pembengkakan biaya operasi kapal, karena kerugian terus menerus yang sulit diperkirakan.
  • Rekanan usaha perdagangan tidak merekomendasikan untuk menyewa kapal tersebut.

Pencegahan Kerusakan
Perawatan dan perbaikan kapal harus dilakukan dengan rutin walaupun kondisi kondisi mesin saat itu masih berjalan dengan baik dan normal untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih berat. Perawatan dan perbaikan dengan mengacu kepada pemantauan kondisi secara berkelanjutan, yang  memerlukan kondisi suku cadang yang cukup, sehingga semua perawatan dan perbaikan dapat dilaksanakan tanpa menunggu pengadaan material yang baru. Faktor yang mendasari perlunya dilakukan perawatan dan perbaikan mesin kapal, yaitu :

  • mempersiapkan kapalnya tetap dalam keadaan prima dan tetap laik-laut.
  • memastikan kondisi mesin kapal apakah masih layak dipertahankan dalam waktu tertentu, untuk mengatur berapa biaya yang akan dianggarkan untuk mengoperasikan kapal tersebut.
  • memastikan jadwal rutin sistem perawatan dan pelaksanaan sudah benar dan sesuai dengan pelaporannya kepada manajemen kantor pusat.
  • SDM baik yang di kantor tidak semuanya mempunyai disiplin ilmu kelautan atau kepedulian yang tinggi dalam menangani permasalahan kapal, sehingga anggaran yang disediakan apakah berimbang dengan program kerja yang akan dijalankan untuk tahun anggaran yang berjalan.

sumber: kawatlas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>